MABOK LAGI
Seorang pria sedang minum disebuah bar. Setelah beberapa gelas ia menoleh ke pria yang duduk disebelahnya,
“Kayaknya aku pernah ketemu kau?!?
Kau orang batak ya?”
Pria itu mengangguk,
”Ya, aku batak!
Aku juga familiar dengan mukamu; Kau orang batak juga?!?”
“Ha..haaaa..sama kita!!!
Horas bah!!”,
kata pria pertama.
“Horas..horas!!, sahut pria disebelahnya gembira.
“Kampungmu dimana?” tanya pria kedua.
“Aku dari Balige”, jawab pria pertama, “Kau???”, lanjut pria pertama.
“Bah!!! sama kita, aku juga Balige-Man..ha.ha.ha..ha..horas..horas!!!”, balas pria kedua.
“Ngomong-ngomong Lae, kau SMA dimana dulu di Balige???”, pria pertama sambung bertanya.
“Aku di SMA 1 Lae…kalo kau Lae..jangan-jangan SMA 1 juga ha..ha..ha…haaa..”, jawab pria disebelah pria pertama.
“Alamaaaak, aku sekolah SMA 1 juga..bah..bah..pantas kayak kukenal Lae…mantap kali!!..sempit kali dunia ini bah!!!” teriak pria pertama.
Semakin bersemangat dan panas keduanya.
Pria pertama berdiri dan bertanya, “Lalu dimana kau tinggal di Balige Lae.”
Dia turun dari bangkunya, mendekat pada pria kedua dan mencoba memegang tangan pria disebelahnya itu.
“Jalan Tobing!!!, Lae???”, jawab pria kedua bersemangat dan juga turun dari bangkunya, ditariknya tangan pria pertama.
“Haaaaa..akupun tinggal di Jalan Tobiiiing Laeee…sama kitaaa, sempit kali dunia ini bah, sempit kali bah!!!”, tertawa dan berteriak pria pertama.
Keduanya lalu meloncat-loncat, tertawa keras-keras sambil berpegangan tangan.
Bartender yang dari tadi ada didekat mereka dan memperhatikan percakapan ini geleng-geleng kepala, katanya, “Aah..Cape deeh.si kembar Siregar mabook lagi!!!
ŹZŹŹZŹZZZZZZZZZZZZZZX
ORANG KITA
Perdana Menteri Singapore, Lee Hsien loong, berkunjung ke Indonesia.
Di pelabuhan udara, Presiden SBY menyambutnya gembira, kemudian duduk bersama di dalam mobil kehormatan.
Selama di perjalanan, dengan bangga SBY menunjuk kepada ribuan orang yang berdiri di pinggir jalan, yang telah dipersiapkan sebelumnya, sambil mengibar ngibarkan bendera Singapura dan Indonesia.
Tapi Lee mengerutkan keningnya.
“Banyak sekali pengangguran di negara Anda,” kata Lee Hsien loong, “Di negara kami tak seorang pun mau membuang-buang waktunya seperti itu.
Mereka bekerja, dan tak punya waktu berdiri di pinggir jalan.”
Mendongkol hati SBY mendengarkannya.
Begitu lee pulang, ia menyusun rencana untuk berkunjung ke Singapore, ingin membuktikan apakah benar tak ada pengangguran di Singapore.
Beberapa hari kemudian, SBY dan rombongan tiba di Singapore.
Lee Hsien Loong menyambutnya di pelabuhan udara dan bersama-sama menuju istana negara.
Di sepanjang jalan, tak seorangpun yang berdiri di pinggir jalan menyambut mereka.
“Anda lihat,” celetuk Lee, “Tak ada yg menganggur.” Keesokan harinya,
SBY bersama ajudannya mengelilingi kota di Singapore.
Tak seorang pun penganggur yang mereka temui.
Setelah beberapa hari mencari dengan sia-sia, akhirnya mereka bermaksud pulang kembali ke Indonesia.
Dengan ditemani Lee mereka menuju pelabuhan udara. Tiba-tiba, tampak seorang lelaki duduk termenung di pinggir jalan.
“Itu dia!” teriak SBY, “Kita berhasil menemukannya seorang!” Dia menyuruh ajudannya menghampiri orang tersebut.
Tak lama kemudian ajudannya kembali sambil berlari-lari.
“Pak…Pak!” teriaknya, “Dia Nazarudin Pak, orang kita juga!”
"OOOOOOOOOOOOOWWWW".....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar